Pakerti asor numusi anak putu lan mbekta kasengsarane tiyang katah

Posted on 9 Maret 2009. Filed under: Falsafah Jawa | Tag:, , , , , , , , , , |

Artinya, akhlak hina terwarisi anak cucu dan mendatangkan kesengsaraan orang banyak. Seorang lelaki, sebagai kepala keluarga, dan dalam sekian banyak tempat mempunyai banyak posisi, harus tahu bahwa perbuatan atau akhlak yang buruk dapat terwarisi oleh anak cucunya dan dapat mendatangkan kesengsaraan orang lain.

Oleh karena itu, orang jawa memperingatkan bangsanya untuk selalu menjaga budi pekerti, karena efek negatif dari akhlak tidak baik akan terbawa sampai anak cucunya dan juga akan menyengsarakan kalangan sosialnya.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

3 Tanggapan to “Pakerti asor numusi anak putu lan mbekta kasengsarane tiyang katah”

RSS Feed for Tonimulyono Comments RSS Feed

Nggih mas, punika saestu katemahan ing gesang sakdintenipun. Salam kenal. Kulo aturi rawuh ing site kulo. Suwun, nyumanggaaken.

ada materi tentang budi pekerti budaya jawa ngga tolong ya, besok aku ujian nih
regards
http://trmotorcycle.blogspot.com

Saya setuju dengan pernyataan di atas,budaya jawa memang erat sekali dengan etika dan budi pekerti yang melekat dari nenek moyang sampai generasi sekarang.


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: