Balita Gizi Buruk Capai 1.399 di DIY

Posted on 23 Maret 2009. Filed under: berita | Tag:, , , , , , , , , |

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Jumlah anak balita  penderita gizi buruk di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sampai akhir tahun 2008  tercatat sebanyak  1.399 anak atau  0,8 persen dari jumlah anak balita yang ada di daerah ini.

Jumlah itu berkurang jika  dibandingkan  jumlah anak balita  penderita gizi buruk di DIY tahun sebelumnya   yang mencapai 2000 anak, kata   Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi DIY, drg Daryanto Chadori, M.Kes di Yogyakarta.

Dalam acara diskusi masalah gizi dengan anggota Komisi D DPRD DIY, ia mengatakan persentase anak balita penderita gizi buruk tersebut  masih lebih kecil dibanding dengan persentase nasional balita penderita gizi buruk yang mencapai 2,4 persen.

Sementara itu, persentase anak balita penderita gizi buruk tiap kabupaten/kota di DIY tercatat  di Kota Yogyakarta mencapai 0,98 persen, Kabupaten Gunung Kidul 0,99 persen, Bantul 0,74 persen, Kulonprogo satu persen serta Kabupaten Sleman  0,56 persen,katanya.

Daryanto menambahkan, dinas kesehatan DIY akan terus mengembangkan beberapa program untuk menekan bertambahnya anak balita penderita gizi buruk, diantaranya dengan  pengembangan program Posyandu serta keluarga sadar gizi.

”Kami merencanakan mengembangkan program tersebut agar dapat  menekan jumlah anak balita gizi buruk dan  salah satunya dengan pengembangan peran 5642 Posyandu  serta keluarga sadar gizi di daerah ini,” katanya.

Ketua Pimpinan Daerah Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) DIY, Sri Hartati mengatakan penyebab masih tingginya angka anak balita gizi buruk di DIY disebabkan beberapa faktor selain masalah ekonomi atau kemiskinan, juga pola asuh anak yang salah serta akibat penyakit.

”Jadi, bukan karena faktor ekonomi atau kemiskinan saja tapi juga karena  pola asuh anak yang salah dari orang tua atau keluarga,” kata  Sri Hartati.

Selain optimalisasi kader Posyandu, maka program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dinilai cukup bermanfaat bagi pemulihan bagi anak balita yang menderita  gizi buruk tersebut, katanya.

Sedangkan Ketua Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Yogyakarta, Joko Susilo, SKM, M.Kes menyayangkan minimnya jumlah tenaga kesehatan di bidang gizi  yang ditempatkan di tiap  Puskesmas. Di tiap Puskesmas minimalnya harus ditempatkan satu orang tenaga ahli gizi. Namun, kenyataannya mereka justru harus merangkap kerja sebagai tenaga manajerial.

”Lulusan  sekolah gizi di DIY, terbanyak atau sekitar  75 persen berasal dari luar Yogyakarta, sehingga kebutuhannya pun banyak yang bekerja di luar DIY, ” kata Joko.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “Balita Gizi Buruk Capai 1.399 di DIY”

RSS Feed for Tonimulyono Comments RSS Feed

mantaaaaaaaaaaaaapppp


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: