Caleg Tersangka Korupsi Raih Suara Signifikan

Posted on 13 April 2009. Filed under: berita | Tag:, , , , , |

Liputan6.com, Makassar: Gencaranya pemberitaan Abdul Hadi Djamal sebagai tersangka kasus korupsi tak menyusutkan pamor calon anggota legislatif nomor urut satu dari Partai Amanat Nasional ini. Meski mendekam di tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi, Abdul hadi masih diperhitungkan sebagian warga Sulawesi Selatan dalam pemilu 9 April lalu.

Hasil sementara penghitungan suara di Komisi Pemilihan Umum Sulsel, nama Abdul Hadi Djamal bertengger di posisi teratas menyaingi suara caleg lainnya. Pro kontra pun muncul di tengah warga Sulsel. Sebagian menyayangkan nama sebagian lainnya menganggap Abdul Hadi Djamal telah berbuat banyak untuk Sulawesi Selatan

Bukan hanya Djamal. Hatir Satar Tarigan, caleg dari Partai Buruh untuk DPRD Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah ternyata mendapatkan suara yang cukup signifikan dalam pemilu. Padahal Satar kini berstatus tersangka dugaan korupsi anggaran biaya pengembangan sumber daya manusia senilai Rp 2,8 miliar.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

4 Tanggapan to “Caleg Tersangka Korupsi Raih Suara Signifikan”

RSS Feed for Tonimulyono Comments RSS Feed

Mang edan Indonesia ni….

yang edan capa mas?
indonesia, bangsa indonesia ato gmna?
manusia mmang makhluk yang aneh bin ajaib.

cuma ada di Indonesia, mau apapun profesinya,
apapun kelakuannya bisa aja jadi anggota dewan
asal bisa beli suara……..
itulah gambaran bahwa kesadaran berdemokrasi
di Indonesia masih rendah

bukan aja calon anggota dewan aja, calon lurah aja bisa beli suara.
memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan gitu.
yang kaya membeli suara yang miskin


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: