Sumanto Ditemani 14 Caleg Stres

Posted on 20 April 2009. Filed under: berita | Tag:, , , , , , , , , , |

Kompas – Minggu, April 19

PURBALINGGA, KOMPAS.com – HAri pencontrengan Pemilu legislatif, 9 April telah berlalu. Namun kisah sedih, khususnya para caleg yang stress gara-gara tidak bisa duduk di kursi dewan, semakin hari semakin bertambah. Seperti halnya di  Balai Rehabilitasi Mental di Desa Bungkanel, Kecamatan Karanganyar, Purbalingga (Jateng), kini menerima kembali lima caleg stress. Hingga saat ini, sudah ada 14 caleg stres yang dirawat dan tinggal bersama manusia kanibal Sumanto.

“Saat ini sudah ada 14 caleg dan tim sukses caleg yang depresi akibat Pemilu dan dirawat di tempat kami. Ada tiga orang lagi yang sudah memesan dan akan segera datang. Yang jelas, kamar kami masih mencukupi karena ada 25 kamar yang disiapkan,” kata pengelola Balai KH Supono Mustajab, Sabtu (18/4).

Supono mengatakan, meski kamar yang disiapkannya masih cukup, namun ia berharap  jumlah caleg stres tidak terus bertambah. “Mudah-mudahan saja jumlah caleg stres tidak bertambah lagi. Kasihan mereka,” kata Balai, Kiai Supono

Terhadap pasien spesial ini, Supono yang juga menjadi caleg di DPRD Purbalingga, berniat akan menggratiskan pengobatannya. Hal itu dia putuskan karena pertimbangan kemanusiaan. “Mereka sudah habis uang banyak untuk nyaleg. Sebagian uang itu adalah hasil utang sana-sini yang akan dikembalikan kalau jadi. Tetapi ternyata mereka tidak jadi,” kata Supono yang belum mengetahui apakah dirinya lolos caleg atau tidak.

Namun Supono menegaskan, yang digratiskan hanya akomodasi dan tempat selama menjalani perawatan. Sedangkan untuk biaya obat dan jasa dokter tetap harus dibayar. Sebab Supono mengaku tidak bisa membuat obat maupun melakukan pengobatan secara medis sendirian.

Para pasien khusus ini berasal dari berbagai daerah. Ada yang dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Kalimantan dan Sumatera. Makanya ketika TV swasta ramai-ramai menayangkan wajah mereka yang dirawat di “Wisma Sumanto” –demikian julukan tempat rehabilitasi itu–, keluarga mereka komplain kepada Supono.

“Mereka malu karena masyarakat jadi tahu keluarganya yang nyaleg tidak jadi, ternyata stres dan dirawat di sini. Mereka komplain mengapa saya mengizinkan wartawan mengambil gambar. Mereka malah saya salahkan karena ketika mengantar pasien tidak bilang kalau pasien itu adalah caleg,”ujarnya.

Sebagian besar keluarga yang datang saat mengantarkan si caleg gagal itu hanya bilang dia mengalami depresi dan tidak menjelaskan penyebabnya. Kedok itu terbuka ketika si pasien berteriak-teriak sendiri di kamarnya seolah sedang kampanye di atas panggung terbuka.

“Tentu saja hal ini menarik perhatian. Setelah pasien saya tanya, dia mengaku menjadi caleg. Ada yang pintar ngomong tentang politik, ada juga yang hanya mengumbar senyum, tetapi ada juga yang bawaannya marah melulu dan seperti mau mengajak berkelahi siapa pun yang ada di depannya,” ujar Supono.

Pasien yang marah-marah dan berpotensi mengamuk terpaksa dimasukkan di ruangan khusus yang berjeruji. Tujuannya agar dia tidak melukai pasien lain, keluarganya atau petugas Balai Rehabilitasi. Setelah mendapat penanganan medis maupun ruhani selama beberapa hari, mereka kemarin sudah nampak tenang. Joko, seorang pasien asal Wonosobo (Jateng) yang mengaku caleg dari PKB mengaku tenang setelah dirawat di Bungkanel.

“Saya senang berada di sini karena tenang. Saya juga senang karena di sini dapat makan dan ada pengajian. Tapi saya tidak mau lagi ngomong soal pemilu,” kata Joko. (PRASETYO)

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: