Biadab, Siswi SD Digilir Lima Pemuda Desa

Posted on 8 Mei 2009. Filed under: Pornografi | Tag:, |

Jum’at, 1 Mei 2009 – 18:46 wib

SUMENEP – Kasus pemerkosaan anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah Pulau Madura. Belum usai kasus pemerkosaan siswi SMP di kabupaten Pamekasan, kali ini hal yang sama menimpa, Mawar (10), nama samaran, siswi kelas V Sekolah Dasar (SD) di Desa Pagerungan Besar, Kecamatan (Kepulauan) Sapeken, Kabupaten Sumenep digilir lima pemuda desa.

Siswi dengan rambut sebahu tersebut, diperkosa secara bergantian oleh lima pemuda desa, beberapa waktu lalu. Kasus tersebut baru terungkap Jumat, (1/5/2009), itupun setelah mendapat pendampingan dari salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang anak.

Adapun identitas lima pelaku yang melakukan aksi bejat tersebut, yakni Liming (36), Hatta (41), Bacok Rompang (39), Hadi(40), dan Dzul Aini (30). Semuanya tercatat sebagai warga Desa Pagerungan Besar, Kecamatan (Kepulauan) Sapeken, Kabupaten Sumenep.

Lebih tragis lagi, selain diperkosa secara bergilir di salah satu kamar kosong ukuran 3×4 meter, korban juga dipaksa untuk memegang alat kelamin salah satu pelaku. Kini, seluruh pelaku sudah ditahan pihak kepolisian setempat dan menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Kasus ini sudah kami laporkan ke pihak kepolisian. Saat ini seluruh pelaku sudah diperiksa dan ditahan,” ujar ketua LSM Kosdim, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Suraini.

Suraini menjelaskan, awal mula kasus pemerkosaan tersebut terjadi saat korban bermain ke rumah salah seorang pelaku yang masih tergolong tetangga dekat. Saat korban akan pulang, tiba-tiba digiring dan diminta untuk masuk kamar dengan alasan ada sesuatu hal yang ingin disampaikan.

Korban yang juga berstatus anak yatim piatu ini, sama sekali tidak menaruh rasa curiga dan langsung menuruti ajakan pelaku. Namun, saat korban masuk kamar, tiba-tiba mulutnya langsung ditutup kain dan tangannya dipegang erat.

“Saat itulah, pelaku sebanyak lima orang langsung menyalurkan nafsu bejatnya dengan cara memperkosa korban secara bergantian,” ungkap Suraini.

Korban yang merasa kalah segala-galanya, menurut Surani, sama sekali tidak mampu melawan. Apalagi, dari hasil pengakuan korban, salah satu pelaku sempat melontarkan ancaman akan membunuh korban, jika coba memberontak dan cerita pada orang lain.

“Dari hasil dampingan kami, korban juga diancam akan dibunuh sehingga ketakutan dan sampai saat ini masih trauma,” tambahnya.

Kejadian tersebut, dibenarkan oleh Kapolsek Sapeken Iptu Sidik Subandriyo. Cuma, dia enggan berkomentar banyak dan hanya mengaku telah mengamankan lima pelaku, serta menerjunkan beberapa anggota ke lokasi kejadian guna melakukan pengusutan lebih lanjut.”Kasus ini akan kami selidiki lebih lanjut. Beberapa anggota sudah terjun ke lapangan,” katanya. (Subairi/Koran SI/ram)

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

4 Tanggapan to “Biadab, Siswi SD Digilir Lima Pemuda Desa”

RSS Feed for Tonimulyono Comments RSS Feed

jaman sudah edan… insyaflah

situasi yang sangat menghkawatirkan…..para orang tua dan yang lebih dewasa mari bersama melakukan yang ternaik untuk anak…jangan hanya menyalahkan saja dan hukum orang-orang yang melakukan kekerasan


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: